Perjalanan Merantau di Aceh: Wawancara Bersama Bapak Rahmad Hidayat, SP
Perjalanan Merantau di Aceh: Wawancara Bersama Bapak Rahmad Hidayat, SP
Oleh: Yulianus Petege
📸 Dokumentasi wawancara bersama Bapak Rahmad Hidayat, SP
Momen berbagi cerita tentang perjuangan merantau dan proses belajar di tanah orang.
Pendahuluan
Halo, saya Yulianus Petege , berasal dari Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. Saat ini saya merantau di Aceh untuk melanjutkan pendidikan di bidang teknik sipil.
Bagi saya, merantau bukan hanya tentang kuliah, tetapi juga tentang belajar hidup, menghadapi tantangan, dan menjadi pribadi yang lebih kuat.
Hasil Wawancara
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Bisa perkenalkan diri kamu?
Saya Yulianus Petege , berasal dari Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. Saat ini saya merantau di Aceh untuk melanjutkan pendidikan di bidang teknik sipil.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Mengapa kamu memilih merantau ke Aceh untuk kuliah?
Yuli: Saya ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan pengalaman hidup di luar kampung halaman, pak.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi selama merantau di Aceh?
Yuli: Tantangan terbesar adalah masalah ekonomi, rindu keluarga, dan menyesuaikan diri dengan aturan di Aceh yang cukup ketat. Kadang saya harus hidup sederhana dan menahan lapar, tetapi itu bagian dari proses belajar saya.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Bagaimana kegiatan sehari-hari kamu di Aceh?
Yuli: Sehari-hari saya fokus kuliah, dan kadang menekuni fotografi untuk menambah pengalaman. Selain itu, saya belajar menyesuaikan diri dengan budaya dan aturan di Aceh agar bisa hidup nyaman.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Apa pengalaman paling berkesan selama merantau?
Yuli: Yang paling berkesan adalah saat berada dalam kondisi sulit tetapi ada orang-orang baik yang membantu saya. Itu membuat saya tetap kuat.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Apa yang membuat kamu tetap bertahan?
Yuli: Motivasi saya adalah keluarga dan masa depan. Saya ingin membanggakan orang tua dan mengubah hidup menjadi lebih baik.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Apa harapan kamu ke depan?
Yuli: Saya berharap bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik dan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Bapak Rahmad Hidayat, SP: Ada pesan untuk teman-teman yang juga merantau?
Yuli: Untuk teman-teman anak rantau, tetap semangat walaupun susah. Kita boleh lelah, tetapi jangan menyerah.
Penutup
Terima kasih untuk semua orang yang telah membantu dan mendukung saya selama merantau di Aceh. Setiap kebaikan yang saya terima menjadi kekuatan untuk terus bertahan dan berjuang.
Untuk siapa pun yang sedang berjuang di perantauan, tetaplah kuat. Percayalah, setiap proses tidak akan mengkhianati hasil. Kita boleh lelah, tetapi jangan pernah menyerah.


Luar biasa syg Abangku hormat 🙏💪🖐️
BalasHapusTerima kasih banyak pimpinan🙏🙏🥰
Hapus